Feeds:
Posts
Comments

Malioboro

malioboroMalioboro merupakan salah satu tempat tujuan utama di kota Yogyakarta. terletak ditengah kota, berada di garis Lurus Merapi dan Keraton. Kata orang belum ke Jogja kalo belum ke Malioboro. Apa sih daya tarik Malioboro?

Malioboro merupakan jalan lurus di selatan stasiun kereta Tugu. kalo dari utara lurus dengan Tugu. diselatan tugu Jl mangkubumi nah ketemu rel kereta api. selatan rel kereta itulah jalan Malioboro dimulai. Jalan sepanjang 2 km penuh dengan pertokoan dikanan kiri diselingi rumah wakil rakyat yang gak mau dihilangkan kata wakil nya dan kantor gubernur. sepanjang jalan malioboro terutama di sebelah barat jalan penuh dengan pedagang kaki lima di sepanjang emperan jalan. berbagai macam aksesoris, pakaian, ikat pinggang, gantungan kunci dan sekala macam pernak-pernik khas Jogja adadisana

Malioboro selalu ramai dengan lalu lalang orang. Download lanjut

Parkir bag 1

hampir belakangan ini topik parkir menjadi bahan diskusi yang mulai menghangat. tidak jauh-jauh dari tarif parkir yang mahal hingga ketersediaan lahan parkir plus sikap acuh tukang parkir.
Yogyakarta,kota dengan populasi sepeda motor paling banyak no 2 setelah lampung (katanya), tidak ada tempat yang bebas tukang parkir, warung makan pinggir jalan,fotocopy, hingga pedagang angkringan, asal rame pasti ada tukangparkir. disatu sisi inilah cerminan masyarakat kita yang creatif menikmati ceruk pasar yang sempit (niche market) bahasa managemennya. ketika dagangan rame, pembeli tentu banyak, dan kebutuhan parkir tentu juga akan meningkat. oleh sebab itu dibutuhkan tukang parkir. nah permasalahan muncul ketika semua tempat pasti ada tukang parkir.
mo ke apotek 24 jam, obatnya aja gak ketemu.. eee baru duduk di motor langsung didatengi tukang parkir. dikasih 500 minta, 1000 mas. habis dikasih langsung ngacir.. wah kurang asem tenan.
gak semua tukang parkir seperti itu. parkir di depan pasar kotagede (tempat tertentu), lotek sagan, contoh tukang parkir yang perlu dicontoh, sangat ramah. tapi yang laen? tampaknya perlu ada pelatihan bagi juru parkir, sehingga apa mereka lakukan dihargai plus mendapat pujian dari masyarakat. PR bagi pemerintah, tidak hanya minta pajak parkir tapi juga mengelola SDM nya, plus juga menertibkan preman yang katanya punya lahan parkir.

what you have in your mind when you visit Jogja?
1. The famous Malioboro?
2. The Sultan Palace?
3. Borobudur or Prambanan Temple?
4. Batik souvenir and handicrafts?
5. Da food?

for now, let’s focus on numero 5 !!!

my favourite Foods ala Jogja would be
1. Javanese noodles best known as BAKMI JAWA
Home made noodle, best quality of chicken and original jogja recipee
My favourite would BAKMI PAK GENO in front of Prawirotaman Traditional Market. Open from 5.30 PM until end

2. Soto Pak Marto
Western part of Tamansari junction
Use special home-made ketchup

3. Gudeg guded and gudeg
Yu Djum or Bu Lies I just love this sweet traditional food ala Jogja

4. Bakso Bawor or so we call meat ball
I’ve been to this place countless time starting high school and now I’m a mother of one

5. Pecel
The most famoust would SGPC northern part of Mataram Canal but I prefer Pecel combine with brongkos in Warung Ijo or so you may call Green Shop??? it’s place in unique area at the bottom of Krasak bridge near Turi market. 30 minute to north from the center of Jogja.

Malioboro

Dah lama gak lewat Malioboro, tahu-tahu dah banyak yang berubah.
Menyusuri Malioboro di pagi hari luar biasa enaknya. Lalu lintas masih sepi, udara segar, toko jelas masih tutup lah wong masih pagi. Mulai dari hotel Garuda dah mulai ada tanda-tanda kehidupan, Pak Parkir mulai menyiapkan lahan kehidupannya, Pak Becak masih santai di dalam becaknya menunggu penumpang, begitu pula, kuda-kuda meringkik minta makan atau malah dah bosen nunguin penumpang kok gak dateng-dateng.
Jalan dikit ke selatan ketemu deh ma rumah wakil rakyat yang terhormat, kulihat jam tanganku dah jam 7.45 tapi masih tak tampak kehidupan di rumah “rakyat” itu. sedikit ku merenung mungkin masuknya jam 08.00 atau 09.00 atau malah gak pernah masuk, cuma jadi tempat singgah kalo ada rapat. bisa jadi ini ada benarnya, mahasiswa demo aja gak ada yang nangapi.
Meneruskan perjalanan menuju selatan, didepan malioboro mall di depan ramayana, ku berhenti sejenak, kucium bau aneh. ini bener bau aneh. kalo malem kan maliboro bau makanan nah kok pagi harinya baunya lain, pikirku.
Penasaran aku bener2 cium2 bau aneh itu.. walaaah ternyata kok mirip bau kencing.. dan ternyata memang bau kencing. pikirku mungkin ini kencing kuda.. toh kuda kan binatang…
tapi setelah berjalan keselatan lagi kok baunya gak hilang-hilang sampai depan kepatihan, ada pak becak lagi nongkrong. setelah tanya sana-tanya sini barulah diketahui ternyata bau itu bau kencing manusia.. hiiiihiiihiiihiiii pantesan baunya menawarkan kedahsyatan.
bersambung….

Dalam proses interaksi antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya tidak ada jaminan akan selalu terjadi kesesuaian atau kecocokan antara individu pelaksananya. Setiap saat ketegangan dapat saja muncul, baik antar individu maupun antar kelompok dalam organisasi. Banyak faktor yang melatar – belakangi munculnya ketidakcocokan atau ketegangan, antara lain: sifat-sifat pribadi yang berbeda, perbedaan kepentingan, komunikasi yang “buruk”, perbedaan nilai, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan inilah yang akhirnya membawa organisasi ke dalam suasana konflik. Agar organisasi dapat tampil efektif, maka individu dan kelompok yang saling tergantung itu harus menciptakan hubungan kerja yang saling mendukung satu sama lain, menuju pencapaian tujuan organisasi. Continue Reading »

Perempuan dan Kekuasaan

“Buat apa sekolah tinggi-tinggi? Toh buntut-buntutnya diambil istri sama orang, ngurus dapur, ngurus suami, ngurus anak, ngurus rumah. Kalo itu mah gak usah sekolah juga bisa. Buang-buang duit aja!” kata seorang bapak yang mendengar bahwa anak perempuannya ingin meneruskan sekolah ke Perguruan Tinggi seusai tamat SMA.

Kita mungkin merasa familiar dengan petikan kalimat di atas, pernah mendengar di suatu tempat atau bahkan mungkin pernah mengalami hal tersebut. Kondisi ini disebabkan mayoritas masyarakat di dunia pada umumnya masih dibayangi oleh sistem patriakal, dimana kedudukan laki-laki dalam struktur sosial dinilai lebih tinggi dari pada perempuan, begitu pula halnya di Indonesia. Kita akan mengenyitkan dahi apabila mendengar kata perempuan dan kekuasaan, pemimpin wanita, wanita yang berkuasa atau wanita karier akan tetapi ketika kita mendengar laki-laki dan kekuasaan, laki-laki pemimpin atau pria pekerja maka itu adalah suatu hal yang diangap wajar-wajar saja dan tidak perlu dipertanyakan. Di banyak kultur di Indonesia masih banyak yang menempatkan posisi perempuan di bawah laki-laki, baik itu dalam perkawinan sampai hal pembagian warisan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Mengapa ketika perempuan menempati posisi sebagai seorang pemimpin dirasa janggal? Continue Reading »